OhCerita

Saat Ultah Ibu

OhCerita | Cerita Seks Melayu | Cerita Sex | Kisah Sex Melayu | Kisah Seks | Cerita Benar Sex | Cerita Lucah Melayu | Sex Lucah | Cerita Dewasa | Cerita Seks Lucah Melayu | Cerita Gersang Melayu | Kisah Dewasa Melayu | Kisah Lucah Ganas | Cerita Seks Budak Sekolah | Seks Adik | Cerita Seks Abang | Cerita Seks Rambang | Sekolah Seks | Kisah Seks Budak Sekolah | Cerita Jilat Pantat | Cerpen Seks | Novel Seks Melayu | OhCerita

Ini merupakan tulisan Fikki yang ketiga kat 17Tahun.com, meskipun saat ini saye menggunakan alamat email yang berbeda daripada biasanya karena alamat tersebut sedang dalam perbaikan dan seingatku, dulu tidak harus punya account kat situs ini untuk dapat menulis cerita, cukup langsung mengirim lewat email. Kali ini juga bukan kisahku senkatri yang akan kuceritakan, tapi tentang Wen, temanku kat bandar N dulu, yang sekarang telah duduk kat kelas II SMP, ketika saye bertemu beberapa masa yang lalu saat saye berkunjung ke tempat pak cikku kat sane. Meski saat itu hubungan antara keluargsaye dan keluarganya sedang tidak begitu baik karena ada masalah, tapi kami sempat bertemu dan meborak ramai tentang katrinya, sehingga saye dapat menuliskannya dalam beberapa cerita, kat antaranya adalah yang berikut ini. ***** Menurut Wen, sepeninggalku dari sane, ramai kejakatan yang katalaminya, terutama mengenai kehidupan seksualnya. Salah satunya adalah kejakatan ini yang terjakat hampir setahun lalu. Menurutnya masa itu kata baru je katsunat, dan setelah sembuh, ramai teman yang menggodanya agar mencoba memakai ‘burung’nya untuk melsayekan hubungan seks, menurut mereka sebagai ‘pemanasan’ atau ‘percobaan’ atau apalah istilahnya. Demikian pula kat sekolah, ramai teman-temannya yang menawarinya hal-hal yang berbau seks, terutama majalah lucah, cerita-cerita stensilan, VCD BF dan lain sebagainya. Wen mengganggapnya biasa je, karena budak baru gede pasti begitu, demikian pula katrinya, kadang-kadang kata juga melancap kalau sedang bernafsu, apalagi kalau soal melsayekan seks, kata pernah juga melsayekannya meskipun tidak normal macam dalam “berburu burungâ€. Keluarga Wen terkatri dari empat orang, yaitu orang tua, abang cewek satu-satunya, Ris namanya yang masih duduk kat kelas II SMU, dan Wen adalah bungsu. bapak dan ibunya adalah PNS. Sebuah keluarga yang bahagia sebenarnya, hanya je ramai orang yang bilang bahwa ibunya agak gila dan sering kambuh jika keinginannya tidak terpenuhi. Tetapi meski begitu ibunya sangat menyayanginya, sehingga Wen tumbuh menjakat budak yang manja dengan ibunya. Waktu itu bertepatan dengan ulang tahun ibunya, setelah pesta kecil-kecilan yang katlsayekan sepanjang petang hingga malam, seluruh anggota keluarga Wen minum suplemen makanan untuk menjaga kesehatan dan penatnya cepat hilang, meski besoknya hari Minggu, karena biasanya hari itu malah ramai acara terutama acara keluarga. Namun efek yang katrasakan Wen agaknya lain, kata jakat enggak bisa tidur, dah tiduran beberapa lama tetap je kata tidak bisa memejamkan matanya. Akhirnya kata mencoba melancap je biar penat sekalian tapi bisa cepat tidur dan istirahat, macam yang hari-hari biasa kata lsayekan melancap bila tidak bisa tidur. Wen melepasakan seluruh pakaiannya macam biasa, agar tidak terkena cipratan sperma, sebagai gantinya katambilnya sapu tangan untuk tempat menampung keluarnya sperma nantinya. Kemukatan kata bogel, katkatil dan katletakkannya saputangan katatas perutnya dan kata mulai meremas kelaminnya, mengocok batangnya pelan-pelan, katselingi mengusap dadanya sambil membayangkan wayang-wayang lucah yang pernah kattontonnya atau mengingat apapun yang dapat menimbulkan nafsunya. Hingga tak lama kemukatan mulai kata mempercepat kocokannya karena nafsunya dah membumbung dan rasanya spermanya juga mau segera keluar, tiba-tiba kata mendengar langkah kaki menuju biliknya. Sudah begitu kata baru ingat kalo lupa mengunci pintu, mau menuju pintu untuk mengunci langkah itu dah katdepan pintunya, tanpa pikir panjang katapun langsung menutupi tubuhnya dengan selimut, karena paling-paling yang datang ibunya. Ternyata benar ibunya, Wen pun pura-pura tidur dengan agak memicingkan mata agar bisa memperhatikan apa yang katlsayekan ibunya, meski batangnya bekedut-kedut karena mau keluar sperma kata coba menahannya. ibunya menuju ke katilnya, dan duduk kattepi kemukatan mencium keningnya, terus berusaha merapikan selimutnya. Saat itulah terlihat batang Wen yang tegang terlihat ibunya. “Loh budak ini kok tidur bogel sihâ€, gumamnya. “Kontolnya mengacung menantang lagiâ€, sambil memperhatikan budak jantannya itu. Wen katam je. “Ehm ini keluar cecairnya lagiâ€, katanya lagi sambil memegang batang Wen. Saat itulah Wen pura-pura terbangun. “Ada apa Ma?â€, tanya Wen pura-pura terkejut dan menutupi tubuhnya dengan selimut. “Kamu itu lho, tidur kok gak pake baju, emang kepanasan, nanti malah masuk angin lagi, apa kamu memang lagi main-main dengan butuhmu itu?â€, tanya ibunya memberondong. “Iya Ma, Wen mau melancap, tapi keburu ibu datangâ€, Wen tidak bisa mengelak. “Takat Wen gak bisa tidur sih Ma†“Ooo begitu, ya dah kalau begitu biar ibu bantuâ€, sambil berusaha meraih katrinya. “Tapi, enggak usah Ma, entar..†“Nggak usah tapi-tapianâ€, potong ibunya. Tangannya pun dah meraih batang Wen dan mulai mengocoknya. Wen hanya bisa katam dan keheranan dengan apa yang katlsayekan ibunya, hingga tak lama kemukatan dah terdengar desisnya yang tak jelas dari mulut Wen. “Wen, butuhmu besar juga ya?â€, puji ibunya. “Dikocokin sama ibu enak ya?â€. Wen hanya mengangguk dan menatap langit bilik sambil membuka mulutnya memancutkan desisan. “Kalo ibu beginikan, gimana?â€, katanya seraya mendekatkan kepalanya ke selangkangan Wen dan menjolokkan batang budaknya itu ke mulutnya, katkulum beberapa saat kemukatan kathisapnya dalam-dalam sebelum menjilatinya. Kali ini Wen tidak hanya mendesis tapi bersuara meski kattahannya sehingga tak jelas katdengar, “Ma enak banget Ma, ah uhhâ€, gumamnya sambil berkelojotan, menggoyang pinggulnya ke kanan dan ke kiri, sementara nafasnya memburu tak beraturan. “Ehm ehm, ternyata begini ya? yang katlsayekan ibu dan budaknya?†Tiba-tiba suara bapaknya dah ada kat belakang meraka, mereka tak menyadari karena terlalu keseronokan. “bapak..†ucap Wen dan ibunya hampir bersamaan. “Ini Pa, budakmu kan dah gede nih, belum tahu namanya seks, jakat ibu coba ajari biar gak kuper sekalian ngetes normal nggak kataâ€, kata ibunya. “Ooo gitu, tapi kok sampai kayak gitu†“Biar kata juga punya pengalaman, kan lebih baik kita yang memberitahu, daripada orang lain yang mengajarinya entar malah salahâ€, jelas ibunya sambil melanjutkan mengulum batang budaknya itu. “Ya dah, biar bapak lihatâ€, meski begitu terlihat celana kolornya agak menonjol tidak macam biasanya. Agaknya bapaknya juga horni melihat apa yang katlsayekan ibu dan Wen atau memang sedang bernafsu ingin bersetubuh. Kemukatan kata mendekatkan mulutnya ke kepala ibu. “Ma, sebenarnya bapak juga pinginâ€, bisiknya. “bapak dah horni nih†“Ya gantian ya Paâ€, jawab ibu. Sementara Wen yang dari takat hanya mendengarkan je dah nggak tahan spermanya mau keluar, hingga kemukatan katapun memberitahu ibunya. “Ma, Wen mau keluar nih†“Tahan duluâ€, ibunya memancutkan batangnya dari mulutnya, kemukatan kata melepaskan daster tidurnya, kemukatan BH-nya dan terakhir celana dalamnya. Melihat itu bapaknya langsung protes. “Ma, apa-apaan sih kok ikutan bogel juga?†“Lho pa, kan sekalian, biar kata tahu semuanya, bapak sekalian sini deh†“Ma, Wen kan budak kandungmu, masak kamu mau melsayekan sama kataâ€, sambil mendekati istrinya. “Pa, biar kata tahu, lagian hari ini ulang tahun ibu, sekali ini je deh Paâ€, rayu ibu. “ibu memang gila, tapi terserah ibu deh†“Thanks Paâ€, ucap ibu, sambil mencium suaminya. “bapak mau kan sekalian melsayekannya katsini?â€. Tanpa menunggu jawaban dari suaminya kata merebahkan tubuhnya telentang kat katil kat hadapan dua laki-laki itu. “Wen, sini sayeng, gantian ini tetek ibu kamu isep ya†Wen segera menyodorkan kepalanya ke dada ibunya, terus mulai menghisap payudara ibunya yang dah agak kencang karena dah mulai horni. Sedangkan bapaknya sekarang dah melepas celananya sehingga bogel juga. “Pa, ibu katkerjain dongâ€, pintanya. bapaknya pun langsung menuju ke arah selangkangannya dan mulai menjilatinya, bahkan kadang-kadang menghisapnya, sehingga suasane semakin panas je. ibunya yang mulanya hanya mendesis ringan tak jarang memancutkan jeritan kecil saat pukinya kathisap suaminya, sambul tangannya sibuk meremas bontot Wen dan juga mengocok batang Wen agar tetap menegang. “Ah ah uh Pa, sekejap Pa beri kesempatan Wen dulu Paâ€, kata ibu tertahan. “Biar Wen merasakan pepek ibunya Paâ€. bapaknya pun segera bergeser. Demikian pula dengan Wen. “Wen, sayeng, dulu kamu lahir dari lubang ini, sekarang coba kamu rasakan sedapnya pepek ibu!â€, ucap ibu. “Sekarang masukkan butuhmu ke lubang ibu Ya Wen, ibu dah nggak tahan nih!†“Ya, Maâ€, ujar Wen sembari mengarahkan batangnya yang mengacung ke selangkangan ibunya. Setelah tepat kat hadapan lubang puki ibunya katdorongnya batangnya agar masuk, tapi “Sret†batang Wen meleset, karena memang bibir puki ibunya dah agak licin setelah katjilati bapaknya, kemukatan katcobanya lagi, gagal lagi, hingga kemukatan kata katbantu bapaknya. “Coba bapak bantuâ€, katanya sambil memegang batang Wen dan mengarahkan ke puki istrinya “Sekarang dorong butuhmu, Wen!â€. Dan “Bless†batang Wen masuk ke puki ibunya. “Ahh..†hampir bersamaan suara Wen dan ibunya menkampungh merasakan sensasinya. “Sekarang maju mundurkan butuhmu kat pepek ibu sayengâ€, pinta ibunya. Wen pun langsung tancap gas, katmaju mundurkannya batangnya, mula-mula pelan-pelan kemukatan semakin agak cepat, membuat ibunya semakin menkampungk keenakan. “Gimana sayeng rasanya, sayeng?†“Enak banget Maâ€, jawab Wen sambil mendengus. bapaknya pun mulai beraksi lagi, katsodorkannya batangnya ke mulut ibunya yang sedang mesedapi kocokan batang budaknya. “Ma, sekarang sambil isep butuh bapak dongâ€. ibu pun langsung menjolokkan batang suaminya itu ke mulutnya. Melihat aksi yang katlsayekan bapak dan ibunya tersebut membuat Wen semakin horni, sehingga kata semakin mempercepat kocokannya kat puki ibunya, sehingga terdengar bunyi ketika pahanya bertatapan dengan paha ibunya yang mekangkang. ibunya juga tak segan-segan menkampungh atau menjerit kecil ketika kata keenakan, demikian pula bapaknya yang berulang kali mendengus panjang ketika batangnya kathisap istrinya, demikian pula Wen yang terus mengocok batangnya kat puki ibunya. “Terus sayeng, cepat sekatkit sayeng, ibu Mau keluar nihâ€, kata ibunya menkampungh. Wen pun agak mempercepat kocokannya, Terlihat ibunya kelojotan, goyang kanan, dan ke kiri memainkan pinggulnya sambil terus mengulum batang bapak. Sesaat kemukatan ibunya merapatkan pahanya sehingga menjepit tubuhnya. Wen merasakan ada cecair hangat yang keluar dari dalam puki ibunya, tapi kata tidak peduli, kata terus memaju-mundurkan batangnya, hingga ibunya kelihatan melemas. “Ma, saye mau keluar Maâ€, tiba tiba Wen berteriak. “Tahan Wen, jangan katkeluarkan kat dalam, biar ibu isep lagi je†Wen segera menarik keluar batangnya dari puki ibunya, “Plub†terdengar suara batangnya keluar dari puki ibunya, terlihat batangnya yang memerah berkilat-kilat karena terkena cecair puki ibunya. “Pa, ganti posisi Paâ€, katanya sambil bangkit dari telentangnya. “Sini wen kamu ganti yang telentang†Wen pun jakat telentang, batangnya yang mengacung itupun langsung katkulum oleh ibunya, sementara bapaknya mengambil tempat kat belakang ibunya dan langsung menjolokkan batangnya ke puki istrinya dari belakang. “Ughkâ€, kampungh ibunya ketika batang suaminya memasuki pukinya. bapaknya kemukatan terus mengocokkan batangnya. Sementara hanya bisa menkampungh dan bersuara “ah uh ugh†ketika ibunya menghisap batangnya semakin panjang je, hingga kata tidak bisa menahan keluarnya spermanya lagi. “Ma, ah uh ahk Ma saye keluar.., Maa..†Seiring menyemburnya cecair putih kental dari batangnya, ramai sekali spermanya yang keluar kat mulut ibunya yang langsung kattelan ibunya, bahkan sampai ada yang keluar dari mulutnya, sedangkan yang masih tertinggal kat batangnya katjilati ibunya sampai bersih tak tersisa. Wen pun mulai melemas. “Ma, enak banget Maâ€, kampungh Wen. ibunya menghulurkan isyarat kekatpan matanya dan mencium bibirnya dengan mesra. Tak lama kemukatan bapaknyapun mencabut batangnya dari puki ibunya itu dan mengacungkan katdepan mulutnya, dan dengan sekatkit kocokan keluarlah cecair putih kentalnya yang menyembur ke wajah istrinya bahkan ada yang mengenai wajah Wen, sebagian masuk ke mulut istrinya dan kattelannya, kemukatan ibu mengulum dan menghisap batang suaminya itu dan katbersihkannya batangnya dari sisa sperma yang masih menempel, sedangkan yang ada kat wajahnya katratakannya dengan mengusap wajahnya hingga kelihatan bersih. Terlihat bapak dan ibunya puas dengan apa yang baru je katlsayekannya. Dengan masih bogel ketiganya kemukatan terbaring kepenatan, kemukatan mereka berdekapan bertiga, Wen yang berada kattengah-tengah bapak dan ibunya merasa kebahagiaan yang luar biasa saat itu dan akhirnya ketiganya ketiduran hingga keesokan harinya. Benar-benar malam yang penuh kesedapan. Begitu macam yang katceritakan Wen kepada Fikki. Aku hanya bisa berkata,

Posts